Asal – Usul Ayam Jago Bertengger di Mangkok

Asal – Usul Ayam Jago Bertengger di Mangkok

Halo,

Kali ini Om WP ingin share rasa penasaran yang akhirnya terpecahkan setelah umur Om melebihi seperempat abad, karena Om hobi sekali dengan kuliner gerobakan mengutamakan cita rasa tanpa ujuk-ujuk kuliner kreatif yang kekininan enak di foto belum tentu lezat di lidah.

Rata – rata jika memakan makanan yang berkuah para pejuang kuliner ini menggunakan mangkok (harusnya KBBI yang benar adalah MANGKUK menggunakan huruf U cuma ya sudahlah lebih nyaman spelling MANGKOK) dengan ilustrasi ayam jago dan tanaman. Entah kalian makan indomie warkop, bakso, mie ayam, soto pasti kurang lebih menggunakan mangkok andalan ini.

Kereana rasa penasaran dan mudahnya sekarang mencari informasi Om menemukan filosofi dan sejarah mengapa mangkok ini yang memonopoli para pejuang kuliner di Indonesia.

 

SEJARAH

Para street food ( bahasa kekinian untuk para pedagang kaki lima) di Singapur, Malaysia, Thailand, Philipina, khususnya di Indonesia menggunakan mangkok Ayam jago yang di produksi oleh China si penguasa separuh perdagangan dunia.

Mangkok Keramik ini dahulunya di gunakan oleh restauran – restauran besar China. Karena masyarakat China memiliki budaya ekspansi perdagangan ke belahan dunia sampailah ke Asia Tenggara yang salah satunya Indonesia.

Mangkok Ayam Jago dengan label “Made in China” ini dijajakan hingga mengalami asimilasi budaya sampai di produksi massif sehingga otomatis harga mangkok ini menjadi semakin murah dan digunakan oleh para Street Food, keramik mangkok ini pun mengalami perubahan kualitas bahan untuk menekan biaya produksi yang penting ilustrasi si Ayam tetap bertengger sampai sekarang ini.

 

FILOSOFI

Bukan China jika hidupnya tanpa filsuf – filsuf mendidik, Ayam Jago ini melambangkan kemakmuran rejeki. Di kita pun ada istilah jangan bangun siang nanti rejeki di patok ayam, karena itu dari pagi kita harus sudah mencari rezeki.

Karena filsuf tersebut lah para Street food sudah mulai beraktifitas dari pagi dan mendapatkan rezeki sehingga para street food lainnya melihat apakah si mangkok tersebut yang membawa keberuntungan yang sebenernya kerajinan dan ketekunan kita sendiri lah yang menentukan berapa besar rezeki yang kita dapatkan.

 

Selamat menyantap makan setelah membaca tulisan ini weeps.

SOURCE

 

 

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *